NEV.ID Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Selasa, keberadaan kasus perdana virus corona. Yang sudah menewaskan enam orang di China dan menjangkiti ratusan orang.

Selain China, negara Amerika, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan juga melaporkan warganya terkena virus corona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) ini, Seorang warga AS yang usai berkunjung ke Wuhan, daerah di China yang diduga asal virus tersebut, melaporkan dirinya ke rumah sakit untuk diperiksa, pria itu kembali ke AS pada 15 Januari, dua hari sebelum AS melakukan pemeriksaan di bandara.

“Ini adalah situasi yang berkembang dan lagi, kami memprediksi ada pasien lainnya di AS dan global,” kata Nancy Messonier.

Virus ini diberi nama secara teknis yaitu 2019 Novel Coronavirus atau disebut juga 2019-nCoV, sekitar 300 orang dinyatakan terkena virus.

Kekhawatiran mulai meningkat saat ilmuwan terkenal dari Komisi Kesehatan China yang menyatakan bahwa virus ini dapat menular dari manusia ke manusia, World Health Organization (WHO) menyatakan masih menginvestigasi wabah ini.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) rencananya bakal menggelar rapat pada Rabu.

Hasil rapat tersebut mengenai apakah 2019-nCoV ini dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat.

Lebih dari 80 kasus baru terdeteksi di China, menjadikannya kini total 315 kasus yang sebagian besar berada di Hubei, provinsi tempat Wuhan berada, selain itu kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Beijing dan Shanghai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here