NEV.id – Proses menua adalah hal yang wajar dalam proses berkembang nya makhluk hidup.meskipun kita masih belum tahu persisnya mengapa tubuh kita secara bertahap bertambah tua, kita mulai memahami bagaimana prosesnya terjadi.

Penelitian mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi salah satu aspek paling penting dalam proses penuaan, pada tingkat DNA dasar kita. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana stres dapat menyebabkan jam biokimia tubuh yang ada di dalam kromosom kita untuk berdetak lebih cepat.

Penuaan sel hanyalah salah satu dari sekian banyak komponen penuaan – tapi komponen ini merupakan salah satu yang paling penting. Kerusakan jaringan tubuh kita secara bertahap, dan kematian sel-sel kita yang tidak dapat dipulihkan, menyebabkan efek penuaan yang paling mencolok seperti hilangnya kebugaran fisik, kerusakan jaringan ikat yang menyebabkan keriput pada kulit, atau penyakit saraf seperti penyakit Parkinson.

Secara umum, sel kita mengalami stres ketika proses biokimia terganggu, baik karena kekurangan sumber daya atau karena alasan lain. Apabila sel kehilangan terlalu banyak air, misalnya, kita dapat mengatakan sel tersebut mengalami “stres dehidrasi”.

Jenis stres yang mirip juga diperhitungkan. Kelelahan dan terlalu banyak bekerja membuat kita berada dalam stres kronis, seperti halnya merasa cemas untuk waktu yang lama. Kekurangan tidur atau stres emosional dapat mengubah jalur sel internal, termasuk fungsi telomer.

Di dunia modern, sulit untuk melepaskan diri dari stres sepenuhnya, namun kita dapat membuat keputusan sehari-hari untuk menguranginya. Tidur yang cukup, minum air yang cukup, makan dengan sehat, dan jangan memaksakan diri terlalu keras. Hal itu tidak akan membuat kita hidup abadi, namun dapat membuat sel kita terus berdetak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here