NEV.ID – Salah satu gunung berapi terendah di dunia, Gunung Taal pagi ini telah meletus, sontak banyak mengundang perhatian dunia.

Selain letusan eksplosif yang menyebabkan terjadinya tsunami, letusan yang terekam tersebut mengeluarkan kilatan cahaya yang menjadi perbincangan masyarakat.

Gambar Istimewa

Ketinggian Gunung Taal hanya mencapai 311 meter, daratan yang dimiliki Gunung Taal terdiri dari 47 yang telah terindentifikasi, 26 di antaranya berjenis Tufa, 5 Cinder, dan 4 Maars.

 

Dilihat dari lokasi Gunung Taal tersebut terletak di tengah danau yang berada di Provinsi Batangas, selatan Pulau Luzon.

Kedalaman danau yang mengelilingi gunung tersebut sekitar 160 meter.

Gambar Istimewa

Sebagaimana gunung berapi lainnya gunung dengan kaldera bernama Talisay ini juga memiliki lubang kawah di bagian tengahnya.

Gunung Taal merupakan gunung yang paling aktif dan berbahaya di Filipina, berdasarkan infonya gunung ini telah meletus lebih dari 30 kali dalam 5 abad terakhir.

Sebelum letusan tahun ini, Taal tercatat terakhir meletus pada tahun 1977. Sementara pada letusan tahun 1911, korban nyawa yang jatuh mencapai 1.500 jiwa.

Secara geografis, Filipina terletak di wilayah Cincin Api Pasifik yang mengelilingi Samudera Pasifik, sehingga rentan terhadap gempa bumi.

Gambar Istimewa

 

Melalui akun resminya, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), bahkan ikut menanggapi fenomena tersebut. Ia menjelaskan, terjadinya petir dalam fenomena meletusnya Gunung Taal dalam beberapa teori. “Terjadinya petir pada saat erupsi gunung berapi tidak jauh berbeda dari mekanisme petir yang biasa.

Hanya saja, awan cumulunimbus yang menjadi “sarang” petir tergantikan oleh awan kepulan uap air, abu, debu, dan partikel vulkanik lain yang menyembur ke angkasa secara massif.” Tulis BMKG.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here