NEV.id – Sejak muncul nya transportasi online di Indonesia kebutuhan transportasi kita terasa jadi lebih mudah terpenuhi.

Dalam waktu singkat layanan ojol berhasil jadi pilihan utama transportasi umum untuk menghindari kemacetan dan mempersingkat waktu perjalanan

Salah satu keunggulan para ojol ini adalah harganya yang sangat terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. Tapi belakangan ini beredar pemberitaan yang menyebut kalau tarif ojol lebih mahal dari tarif pesawat.

Pernyataan tersebut pertama kali keluar dari mulut Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia, Fuad Rizal. Menurutnya, tarif per kilometer pesawat lebih murah jika dibandingkan tarif ojol.

Dilansir Kompas.com, Fuad menjelaskan saat ini rata-rata tarif pesawat terbang per kilometernya adalah Rp 2.500 per penumpang.

Sementara tarif ojol adalah Rp 2.600 per kilometernya. Tarif pesawat saat ini dinilai sudah sangat sesuai dengan kemapuan masyarakat Indonesia.

“Dari sisi harga industrinya sudah tidak sustain sama sekali. Industrinya bisa rusak sendiri dan mati. Suda lebih dari 15 airlines yang mati dalam 10 tahun karena kompetisinya tidak sehat,” kata Fuad.

Kenaikan harga tiket pesawat ini ternyata juga berdampak terhadap pemasukan negara dari sektor pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama sebelumnya juga sempat mengatakan kalau jumlah wisatawan mancanegera tahun ini tidak mencapai target.

Target untuk tahun 2019 adalah 18 juta wisatawan. Sementara sampai akhir tahun nanti jumlahnya diprediksi hanya sampai 16,3 juta saja. ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here