NEV.id – Membahas soal predator misterius yang hidup di laut, ya paling pada umunya paus pembunuh dan hiu sebagai lakon utamanya.

Padahal, di kedalaman laut sekitar 2 kilometer, banyak makhluk laut yang sama ganasnya dengan hiu pembunuh dan paus

dan bahkan, mereka punya cara lebih mengerikan dalam menyantap suatu mangsa. Ini tak pernah terbayangkan olep para ilmuwan sebelumnya.

Oleh Pernyataan tersebut dijelaskan dalam riset terbaru di jurnal PLOS ONE.
Studi ini mengungkapkan predator laut mana yang melahap tiga ekor buaya mati yang diikat dengan sabuk pengaman. Bangkai buaya-buaya ini ditempatkan di sekitaran 2 kilometer di dalam Teluk Mexico.
Dalam sehari setelah ditenggelamkan, buaya pertama secara perlahan dimakan oleh krustasea merah muda raksasa.
Ketika tim mengirim robot yang dilengkapi kamera untuk memeriksa secara lebih detail, tubuh buaya ini juga telah dipotong-potong oleh isopoda besar (Bathynomus Giganteus)
Berbentuk seperti kutu laut raksasa, dengan beberapa di antaranya sudah berada di dalam tubuh buaya dan memakannya dari dalam ke luar.
Hewan-hewan ini dapat menyimpan energi dari satu kali makan untuk berbulan-bulan atau bertahun-tahun selanjutnya, yang berarti mereka bisa menghemat energi untuk mencari makan cukup lama setelahnya.
Buaya kedua bernasib lebih buruk. Ketika para peneliti memeriksa setelah 51 hari ditenggelamkan, mayat buaya itu dimakan sampai ke tulang-tulangnya oleh semacam hewan berbulu coklat yang misterius.
Menurut analisis DNA, hewan ini kemungkinan ialah spesies cacing pemakan tulang dari genus osedax, yang untuk pertama kalinya terdeteksi di Teluk Mexico.
Sementara buaya ketiga tak dapat diketahui nasibnya. Satu minggu setelah ditenggelamkan, bangkainya menghilang dari sabuk pengaman dan para peneliti tidak tahu apa yang telah menghabisinya.
Secara inklusif, penelitian tersebut sebetulnya berfokus untuk menelaah mayat mamalia besar, seperti ikan paus, yang terbiasa menjadi kudapan bagi beragam makhluk laut berukuran besar atau kecil.
Sebelumnya, para peneliti tidak berpikir hal ini mungkin terjadi, namun sekarang mereka terbukti salah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here